<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ladang amalku...</title>
	<atom:link href="http://ladangdakwah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ladangdakwah.wordpress.com</link>
	<description>Berbahagialah seseorang yang ditangannya Allah mengembalikan kejayaan islam</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Dec 2008 09:31:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ladangdakwah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ladang amalku...</title>
		<link>http://ladangdakwah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ladangdakwah.wordpress.com/osd.xml" title="Ladang amalku..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://ladangdakwah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>untuk saudaraku hizbut tahrir indonesia</title>
		<link>http://ladangdakwah.wordpress.com/2008/12/19/untuk-saudaraku-hizbut-tahrir-indonesia/</link>
		<comments>http://ladangdakwah.wordpress.com/2008/12/19/untuk-saudaraku-hizbut-tahrir-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 09:31:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasbiy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdakwah.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Salamualaikum, salam aura kemenangan! Ba&#8217;da tahmid dan shalawat, sedikit saya hendak memberikan perhatian tentang masalah yang menurut saya ini adalah masalah besar yang seakan sudah kita anggap biasa saat ini karena telah lama beredar. Saya membaca buletin &#8216;al Islam&#8217; edisi jum&#8217;at 19 desember 2008, yang mengangkat tema tentang fatwa haram MUI untuk prilaku golput. menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdakwah.wordpress.com&amp;blog=5626590&amp;post=61&amp;subd=ladangdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salamualaikum, salam aura kemenangan!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Ba&#8217;da tahmid dan shalawat, sedikit saya hendak memberikan perhatian tentang masalah yang menurut saya ini adalah masalah besar yang seakan sudah kita anggap biasa saat ini karena telah lama beredar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Saya membaca buletin &#8216;al Islam&#8217; edisi jum&#8217;at 19 desember 2008, yang mengangkat tema tentang fatwa haram MUI untuk prilaku golput. menurut pandangan saya yang dhaif ini, bahwa penekanan yang ingin diberikan dalam tulisan itu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><em>Pertama</em>, pada Hidayat Nur Wahid(HNW) penggagas wacana tersebut yang disebutkan sebagai bentuk kerisauan pihak yng berkepentingan dengan politik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><em>Kedua</em>, bahwa kenyataan golput adalah murni karena mayoritas rakyat tidak lagi percaya dengan pejabat/pemerintah yang korup,semena-mena dan tidak memihak rakyat kecil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">dan yang terakhir, adalah only Syari&#8217;ah is the solution!(maaf saya menyebut poin ini bukan saya phobia syari&#8217;ah, kualat saya!)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Pada awalnya,-wallahi bukan karena saya kultus sehingga emoh mendengar Hidayat Nur Wahid(HNW) dalam hal ini seorang tokoh yang dikebiri, membacanya, amarah remaja saya bergejolak, saya berpikir kalo bisa organisasi ini disomasi karena tidak lagi memakai, 1. kode etik muslim dalam tawashaw dil haq 2. rasional atau subjektif dalam mengangkat tema. memang background saya ada latar belaang &#8216;keras&#8217; seperti itu dulu, namun alhamdulillah saya sudah bisa memahami &#8216;waqi&#8217;ud dakwah&#8217; realitas dakwah setelah terjun sendiri merasai onak dirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Saya ingin menyampaikan kepada saudara seakidah di Hizbut Tahrir, apa latar belakang antum seakan antipati terhadapa semua perjuangan yang memakai methode berlainan dengan antum? Bukankah keragaman media dakwah yang dipakai kaum MUslimin adalah warna tersendiri yang menyemarakkan perjuangan kita untuk tegaknya &#8216;al-haq&#8217; yang sama-sama kita cita-citakan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Maaf, kalo saya ingin bernostalgia tentang perasaan saya. Saya sangat terenyuh<span> </span>melihat keistiqomahan buletin &#8216;al Islam&#8217; senantiasa menjumpai kaum Muslimin setiap Jum&#8217;at, tak terhitung pengorabanan yang telah dikeluarkan hingga tetap eksis hingga sekarang dengan kritik-kritiknya yang membangun serta info tentang dunia islam. Namun sudah berapa tahun belakangan saya &#8216;seakan&#8217; menangkap cara yang dipakai tidak lagi bisa dibilang &#8216;ishlahu masthatho&#8217;tu&#8217; seperti istilah yang dipakai Nabiyullah Syu&#8217;aib. Saya melihat setiap langkah dan kebijakan pemerintah selalu saja ada kelemahan dan aibnya. ya! saya juga setuju dengan idealis seperti itu. tapi apakah antum hendak mengambil langkah total bersebrangan dengan pemerintah?(yang notabene masih Muslim) bukankah itu berbahaya bagi dakwah itu sendiri wahai du&#8217;at?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Saya melihat kritikan &#8216;Al ISlam atas usaha memperjuangkan UU Pornografi yang dilakukan pemerintah itu tidak layak. karena walau bagaimana pun juga itu adalah &#8216;sebentuk&#8217; usaha kita dan mereka untuk meminimalisir bahaya dan kemirisan kita akan degradasi moral anak-anak kita, generasi penerus Indonesia. tentu sebaiknya walau kita tahu memang langkah itu tidak terlalu berpengaruh mengentaskan pornografi. namun alangkah baiknya kita mengapresiasi usaha mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Saya senang skali dengan &#8216;Al Islam&#8217; ketika beberapa waktu lalu mengangkat tema tentang kisah tragis perjuangan Muslimah mempertahankan hijab/jilbab. Ya Allah, terasa sejuk sekali, seakan duka itu kita rasai bersama, seakan tidak pernah ada sekat diantara kita, terbersit dari sana optimisme untuk bahu-membahu membela agama tercinta ini, karena kita satu prinsip tentang hal itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Benar akhi, Saya senang sekali ketika membaca edisi itu!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Saya tidak hendak sedang mengecam atau menggurui atau mungkin mamancing masalah. letih kita energi habis kedalam, mana untuk umat? Memang benar Golput adalah karena rakyat melihat pemerintah tidak bisa dipercaya dan bermental korup, lebih memihak kalangan berduit. Namun bukankah itu karena kursi pemerintah itu masih dipegang oleh orang-orang yang bermental seperti itu? tidakkah antum melihat realitas itu yang terjadi sekarang dan itulah sumber masalah kita akhi. Bagaimana kalo kita mengubah cara pandang kita bahwa kita harus menguasai mayoritas kekuasaan tersebut sehingga kita sedikit(sekemampuan kita) membenahi tanah air tercinta ini, Negerri dengan kaum Muslimin terbesar di dunia, yang harapan Muslim Dunia tertuju kepada kita sebagai kakak tertuanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Akhi kalo kita dapati bahwa pilkada yang ada(yang katanya sekali 3 hari) MAKA ITU ADALAH MASLAHAT YANG TERBAIK YANG TERSEDIA pada saat ini untuk meminimalisir sistem diktator atau monarki yang melanda banyak negara di dunia saat ini. Bukankah kita juga pernah merasainya dahulu sebelum reformasi?(nanti dulu kalo kemudian antum mempermasalahkan penobatan guru bangsa yang disematkan kepada mantan diktator tersebut, karena itu beda temanya) Bukankah dalam kaedahnya kita harus mengambil mudhorot yang lebih kecil dari mudhorot yang besar? ya memang demokrasi walaupun tidak mutlak benar, namun salah satu kebaikan sistem ini adalah untuk menghilangkan diktator dan kerajaan absolut di dunia saat ini. Dan itu kongkrit kita rasakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Bagaimana rasionalitas “<em>dengan menguasai pemerintah kita bisa menegakkan amar makruf?” </em><span> </span>silahkan saja antum tanya kepada mantan wali kota Padang(mungkin juga terpilih lagi sekarang) ketika Ia berhasil memutihkan lingkungan sekolah-sekolah negri di kota itu dengan balutan jilbab para siswinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Akhi, ana adalah antum, dan antum adalah &#8216;<em>pernah&#8217;</em> ana juga<span style="font-family:Wingdings;"><span>J</span></span>. penyatuan organisasi Islam adalah sesuatu mustahil hingga akhir Zaman kelak, tapi ada kaedah yang sangat indah sekali &#8220;<em>kita saling bertoleransi terhadap masalah yang kita perselisihkan, dan saling tolong menolong atas masalah yang kita sepakati&#8221;</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Wallahu muwaffiq ilaa ahsana thoriq.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">akhukum Hasbi ash Shidqi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">friendster.com/brorobbaniy<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdakwah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdakwah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdakwah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdakwah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdakwah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdakwah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdakwah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdakwah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdakwah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdakwah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdakwah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdakwah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdakwah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdakwah.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdakwah.wordpress.com&amp;blog=5626590&amp;post=61&amp;subd=ladangdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdakwah.wordpress.com/2008/12/19/untuk-saudaraku-hizbut-tahrir-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4d924a283b33efb34eb6a117a03db42?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hasbiy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Cara Jitu Menghina Nabi, Ajaran dan Umatnya SEKALIGUS!</title>
		<link>http://ladangdakwah.wordpress.com/2008/11/25/9-cara-jitu-menghina-nabi-ajaran-dan-umatnya-sekaligus/</link>
		<comments>http://ladangdakwah.wordpress.com/2008/11/25/9-cara-jitu-menghina-nabi-ajaran-dan-umatnya-sekaligus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 05:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasbiy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladangdakwah.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Membuat kartun amatiran, lalu menyertakan ayat-ayat palsu dan cuplikan hadis supaya hinaan tampak sesuai dengan kebenaran? Menurut saya itu cara tak bermutu. Hanya bombastis beberapa saat lalu lenyap. Paling ada yang terprovokasi dan marah-marah sedikit, tapi nama baik Nabi yang dijadikan sasaran tidak cacat sedikitpun. Berikut ini beberapa cara menghina yang saya pikir punya efek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdakwah.wordpress.com&amp;blog=5626590&amp;post=3&amp;subd=ladangdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat <span style="text-decoration:underline;">kartun amatiran</span>, lalu menyertakan ayat-ayat palsu dan cuplikan hadis supaya hinaan tampak sesuai dengan kebenaran? Menurut saya itu cara tak bermutu. Hanya bombastis beberapa saat lalu lenyap. Paling ada yang terprovokasi dan marah-marah sedikit, tapi nama baik Nabi yang dijadikan sasaran tidak cacat sedikitpun.</p>
<p>Berikut ini beberapa cara menghina yang saya pikir punya efek sangat destruktif terhadap nama baik target. Tak sebatas merusak nama baik, tapi citra ajaran dan citra umatnya juga akan ikut hancur hingga taraf sulit diperbaiki. Trik ini dapat digunakan untuk menghina Nabi, ajaran dan umat manapun.</p>
<ol>
<li>Menikahi anak dibawah umur sambil <span style="text-decoration:underline;">mengaku sedang mencontoh</span> perbuatan Nabi. Kemudian berkomplot dengan kroni-kroni yang ada diberbagai level, terutama dari elit partai religius, pemuka agama, penguasa agama dan elit pemerintahan untuk beramai-ramai <span style="text-decoration:underline;">membenarkan</span> aksi tersebut.<br />
Ini sama dengan mengatakan beramai-ramai bahwa Sang Nabi adalah orang yang mengajarkan untuk menikahi anak dibawah umur.</li>
<li>Menikah lagi <span style="text-decoration:underline;">tanpa</span> persetujuan istri dan anak-anaknya, <span style="text-decoration:underline;">sambil mengaku</span> dirinya berbuat begitu karena sedang mengikuti teladan Nabi.<br />
Ini sama dengan mengatakan bahwa Nabi adalah lelaki yang karena ngebet ingin kawin lagi, jadi tidak tidak peduli pada perasaan istri dan anak kandungnya sendiri.</li>
<li>Mengawini <span style="text-decoration:underline;">banyak</span> perempuan, koleksi banyak sekali Istri, dan <span style="text-decoration:underline;">mengembor-gemborkan ke seluruh dunia</span> bahwa dirinya sedang mengikuti petunjuk nabi.<br />
Sama dengan mengatakan bahwa Nabi adalah orang yang suka kawin dan mengajak umatnya untuk doyan kawin.</li>
<li><span style="text-decoration:underline;">Membantai</span> sebanyak mungkin orang tak bersalah (bisa pakai bom), lantas menuduh para korban yang berjatuhan sebagai kafir yang <span style="text-decoration:underline;">pantas dibunuh</span>, kemudian <span style="text-decoration:underline;">menyatakan bahwa aksi itu sangat sesuai dengan ajaran sang Nabi</span>. Mengaku melakukannya sepenuh hati demi <span style="text-decoration:underline;">memperjuangkan ajaran</span> sang Nabi. Kemudian dibantu media-media sevisi, terus-menerus menyatakan ke seluruh dunia bahwa aksi biadab itu benar-benar sesuai dengan ajaran sang Nabi. Penghinaan ini semakin efektif saat ada ratusan massa (yang seolah-olah mewakili seluruh umat target) terus <span style="text-decoration:underline;">menyanjung dan memuja para pelaku pembantaian</span> sebagai <span style="text-decoration:underline;">pahlawan yang membela ajaran sang Nabi.</span><br />
Ini sama dengan mengatakan pada manusia sedunia bahwa Nabi mengajarkan ajaran sadis penuh terror yang berbahaya dan harus sangat diwaspadai.</li>
<li>Dalam setiap diskusi selalu berbelit-belit sambil menghina, <span style="text-decoration:underline;">mengutuk</span>, <span style="text-decoration:underline;">memberi cap kafir</span>, dan menuduh <span style="text-decoration:underline;">sesat</span> kepada pihak yang berbeda pendapat, sambil menyatakan bahwa dirinya adalah orang yang lebih tahu, lebih berilmu, paling benar dan paling setia pada ajaran sang nabi.<br />
Ini sama saja dengan mengatakan bahwa Nabi mengajarkan cara berpikir dan berdiskusi yang aneh. Menampilkan bahwa ajaran sang Nabi adalah racun yang membuat manusia jadi penuh permusuhan, merasa paling benar sendiri, gampang marah dan sulit diajak bertukar pikiran.</li>
<li>Mengajarkan anak-anak sejak kecil untuk <span style="text-decoration:underline;">membenci</span> siapapun yang berbeda agama, <span style="text-decoration:underline;">memusuhi</span> yang berbeda keyakinan. Mencuci otak anak-anak agar percaya bahwa semua orang yang berbeda adalah musuh yang <span style="text-decoration:underline;">harus dicurigai</span>. Tentunya sambil menanamkan bahwa ajaran sang nabi adalah yang <span style="text-decoration:underline;">paling benar</span> karena yang lain salah, musuh, boleh dibunuh dan diperlakukan semena-mena.<br />
Selain sama dengan mengatakan bahwa Nabi anti kebersamaan dan ajarannya tidak cocok bagi masyarakat plural. Penghinaan seperti ini juga bisa digunakan dalam rangka mempersiapkan agen-agen yang siap digunakan dalam aksi-aksi penghinaan dimasa datang.</li>
<li><span style="text-decoration:underline;">Mempolitisir ajaran nabi</span>, menggunakannya untuk menggalang dukungan dan memaksa orang untuk tunduk. Dengan mengatasnamakan Tuhan, menyingkirkan setiap lawan dengan menuduhnya tidak sesuai dengan ajaran Nabi. Berkuasa secara otoriter sambil terus mengaku sedang menjalankan ajaran nabi.<br />
Ini sama dengan menampilkan bahwa Nabi adalah seseorang penggiat teokrasi yang haus kekuasaan. Ini juga membuat umat yang memeluk ajarannya tampak seperti orang-orang yang selalu menunggu kesempatan untuk menggulingkan pemerintahan di negara manapun mereka berada. Kalau ada penghinaan terhadap Tuhan, itu hanyalah bonus.</li>
<li>Sering beraksi anarkis, barbar, hobi marah-marah dan <span style="text-decoration:underline;">penuh kekerasan</span> sambil terus berteriak-teriak bahwa aksinya sesuai ajaran nabi. Dengan pongah mengaku dirinya sedang membela dan memperjuangkan ajaran nabi.<br />
Ini sama dengan menyatakan keseluruh dunia bahwa Nabi sifatnya gampang marah-marah dan suka menyelesaikan setiap masalah dengan cara kekerasan. Dan beliau menularkan sifat itu pada pengikutnya.</li>
<li>Memaksakan pendapat, memaksakan budaya asing, memaksakan keseragaman, memecah belah negara, menghina saudara sebangsa, menghina kebudayaan lokal sebagai biadab sambil mengatakan  dirinya melakukan itu karena sedang melaksanakan dan memperjuangkan ajaran sang nabi.<br />
Ini sama dengan menyatakan bahwa Nabi mengajarkan ajaran ga beres yang sangat cocok dipakai kaum penjajah sebagai alat mempersiapkan wilayah jajahan: Cabut penduduk dari kebudayaannya, pecah belah, adu domba lalu keruk sepuasnya.</li>
</ol>
<p>Sedikit catatan:</p>
<ul>
<li>Untuk bisa efektif, cara-cara diatas harus dilakukan <span style="text-decoration:underline;">dari dalam</span>. Bisa memanfaatkan para penyusup atau para munafik yang tampil paling suci padahal prilakunya paling merusak.</li>
<li>Akan jauh lebih efektif jika pelaku penghinaan adalah seorang munafik yang <span style="text-decoration:underline;">dianggap sangat taat</span> kepada ajaran Nabi target. Memang perlu waktu untuk menyusupkan agen perusak sampai sedalam itu, tapi hasilnya memang sesuai, pasti menghancurkan.</li>
</ul>
<p>Tapi… seperti biasa… tak ada cara yang sempurna… termasuk dalam cara menghina Nabi.</p>
<p>Walaupun cara-cara diatas memang efektif untuk menghina dan menghancurkan citra Nabi, citra Umat dan citra Ajarannya sekaligus…. Masih ada sedikit kekurangan yang cukup serius: Nabi dan Umat yang dijadikan target harus mau <span style="text-decoration:underline;">berpikir</span> agar bisa merasa terhina dan tersinggung. Dan itu adalah bagian yang tersulit. Memaksa orang untuk berpikir adalah hal yang sangat tidak mudah. Bahkan Tuhan pun hanya bisa sebatas menyuruh.</p>
<p>Jadi kalau yang dicita-citakan hanya provokasi ga mutu, dan targetnya hanyalah umat yang <span style="text-decoration:underline;">tidak mau berpikir</span> atau malahan <span style="text-decoration:underline;">mengharamkan kegiatan berpikir</span>, maka tidak usah repot membuang energi untuk menerapkan cara penghinaan canggih yang destruktif seperti diatas.</p>
<p>Sekian. Terimakasih. Silakan menambahkan, mengoreksi dan mengklarifikasi jika dirasa perlu. Siapa tahu ada poin yang anda anggap bukan hinaan, tapi justru sebagai pujian? Silakan dikritisi.</p>
<p>….</p>
<p>Oh, siapa tahu anda punya waktu untuk berpikir sedikit: Apakah penghinaan serius seperti diatas pernah terjadi? Pelakunya siapa? Targetnya siapa? Apakah yang dihina menyadari jika dirinya sedang dihina? Perlukah mereka disadarkan bahwa dirinya sedang dihina dan dihancurkan? Terus bagaimana caranya menyadarkan?</p>
<p>Tak perlu langsung dituliskan, dipikirkan semalam dua malam dulu juga bagus. Biar empuk.(GUH)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdakwah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdakwah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdakwah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdakwah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdakwah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdakwah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdakwah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdakwah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdakwah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdakwah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdakwah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdakwah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdakwah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdakwah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdakwah.wordpress.com&amp;blog=5626590&amp;post=3&amp;subd=ladangdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdakwah.wordpress.com/2008/11/25/9-cara-jitu-menghina-nabi-ajaran-dan-umatnya-sekaligus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4d924a283b33efb34eb6a117a03db42?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hasbiy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ladangdakwah.wordpress.com/2008/11/24/hello-world/</link>
		<comments>http://ladangdakwah.wordpress.com/2008/11/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 06:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasbiy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdakwah.wordpress.com&amp;blog=5626590&amp;post=1&amp;subd=ladangdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ladangdakwah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ladangdakwah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ladangdakwah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ladangdakwah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ladangdakwah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ladangdakwah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ladangdakwah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ladangdakwah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ladangdakwah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ladangdakwah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ladangdakwah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ladangdakwah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ladangdakwah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ladangdakwah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ladangdakwah.wordpress.com&amp;blog=5626590&amp;post=1&amp;subd=ladangdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladangdakwah.wordpress.com/2008/11/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4d924a283b33efb34eb6a117a03db42?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hasbiy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
